Minim Sekat, Lebih Lega: Kenalan dengan Rumah Open Space
Nita Fitriani


Punya rumah dengan luas terbatas bukan berarti setiap ruangan harus terasa sempit. Salah satu cara mengoptimalkan ruang adalah dengan menerapkan konsep rumah open space. Konsep ini semakin banyak digunakan pada hunian modern karena mengurangi penggunaan sekat permanen di antara beberapa area. Ruang keluarga, ruang makan, dan dapur, misalnya, dapat dibuat saling terhubung sehingga tercipta satu area yang terasa lebih terbuka.
Menariknya, open space bukan sekadar membuat rumah terlihat estetik. Jika dirancang dengan tepat, konsep ini juga dapat membantu ruang terasa lebih lega dan fleksibel untuk berbagai aktivitas.
Apa Itu Konsep Rumah Open Space?
Secara sederhana, rumah open space adalah hunian yang meminimalkan penggunaan dinding atau sekat permanen di antara ruang-ruang tertentu. Penerapannya paling umum ditemukan pada area komunal rumah. Alih-alih membuat ruang keluarga, ruang makan, dan dapur sebagai tiga ruangan terpisah, ketiganya dapat ditempatkan dalam satu area terbuka.
Namun, bukan berarti seluruh bagian rumah harus kehilangan sekat. Area yang membutuhkan privasi, seperti kamar tidur dan kamar mandi, tentu tetap dapat dibuat terpisah.
Kenapa Open Space Cocok untuk Rumah dengan Lahan Terbatas?
Salah satu kelebihan konsep open space adalah menciptakan hubungan visual antarruang. Tanpa terlalu banyak dinding, pandangan tidak langsung terputus ketika memasuki suatu area. Hal inilah yang dapat membantu interior rumah terasa lebih terbuka.
Konsep rumah open space juga memberikan fleksibilitas. Satu area dapat digunakan untuk beberapa aktivitas sekaligus, mulai dari bersantai, makan bersama, bekerja, hingga menerima tamu. Bagi keluarga muda atau pemilik rumah pertama, fleksibilitas seperti ini dapat membantu memaksimalkan setiap meter persegi yang tersedia.
Bagian Rumah Mana yang Bisa Dibuat Open Space?
Tidak semua ruangan perlu disatukan. Salah satu kombinasi yang paling mudah diterapkan adalah ruang keluarga, ruang makan, dan dapur. Ketiganya merupakan area dengan aktivitas yang saling berhubungan sehingga dapat ditempatkan dalam satu ruang tanpa banyak sekat.
Meskipun berada dalam satu area, setiap fungsi tetap dapat dibedakan melalui penataan furnitur. Misalnya, sofa dapat menjadi batas visual ruang keluarga, meja makan menjadi pusat dining area, sedangkan kitchen counter menandai area memasak. Jadi, tanpa membangun dinding pun setiap area tetap memiliki identitasnya sendiri.
Siapa yang Cocok Menggunakan Konsep Open Space?
Konsep ini bisa menjadi pilihan bagi penghuni rumah compact, pasangan muda, hingga Gen Z dan milenial yang sedang menata rumah pertama. Terutama jika aktivitas sehari-hari banyak dilakukan di area komunal.
Open space juga cocok bagi keluarga yang menyukai interaksi. Seseorang yang sedang memasak, misalnya, masih dapat berkomunikasi dengan anggota keluarga yang berada di ruang makan atau ruang keluarga.
Cara Membuat Rumah Open Space Tetap Rapi
Membuka ruang saja belum cukup. Tanpa perencanaan, satu ruangan besar justru bisa terlihat berantakan. Ada beberapa prinsip yang dapat diterapkan, misalnya gunakan palet warna yang konsisten agar antarruang terasa menyatu, pilih furnitur yang proporsional dengan ukuran rumah, manfaatkan storage tertutup untuk mengurangi visual clutter, serta gunakan karpet, pencahayaan, atau posisi furnitur untuk membentuk zoning.
Yang tidak kalah penting adalah menjaga jalur sirkulasi. Jangan sampai furnitur justru menghalangi pergerakan dari satu area menuju area lainnya. Dengan begitu, rumah open space tetap terasa lega sekaligus memiliki fungsi yang jelas.
Terapkan Konsep Open Space di Rumah Modern Minimalis
Konsep open space juga menarik diterapkan pada hunian dengan ukuran yang compact, termasuk Tarumanagara Jatinangor. Dengan luas tanah 60 m² dan luas bangunan sekitar 34 m², unit Tarumanagara memiliki 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, area keluarga, carport, serta sisa lahan yang masih dapat dikembangkan.
Desain rumahnya yang modern minimalis memberikan kesempatan bagi penghuni untuk mengeksplorasi penataan interior sesuai kebutuhan. Area komunal dapat ditata lebih terbuka, sementara pemilihan furnitur compact dan multifungsi dapat membantu mengoptimalkan ruang yang tersedia.
Ditambah lokasinya di kawasan Jatinangor yang dekat dengan lingkungan pendidikan seperti UNPAD, ITB Kampus Jatinangor, dan IPDN, Tarumanagara dapat menjadi pilihan untuk rumah pertama maupun hunian keluarga muda.
Dengan harga mulai Rp300 jutaan dan cicilan mulai Rp2 jutaan, kamu bisa mulai merencanakan rumah modern minimalis sesuai gaya yang diinginkan.
Unit Tarumanagara Jatinangor semakin terbatas!
Yuk, jadwalkan survei dan lihat langsung bagaimana kamu bisa mengembangkan setiap sudut rumah sesuai kebutuhanmu.
📲 +62 821-1600-0100
Instagram: @tarumanagarajatinangor
© 2025. Enclave All rights reserved. PT. TRIMITRA MEKAR MANDIRI
Address
Jl. Ahmad Yani No. 332, Kota Bandung, Jawa Barat, 40271
Contact
+62 821-1600-0100
info@nagaraproperti.com
Projects
Tarumanagara - Jatinangor
Senopati - Banjaran
V Residence - Baleendah
